ANNIVERSARY INDOBARCA BATAM KE-3

Kepri Mall

Tepat pukul sembilan pagi bus melaju menuju pantai Tegar Putri jembatan enam Barelang.  Diberangkatkan dari Kepri Mall, titik kumpul kami peserta acara Anniversary Indobarca Batam ke-3. Setelah semua peserta datang, sebelum bus mulai berjalan bang Andre selaku panitia acara melakukan pengecekan ulang dan sesi foto bersama.
"Gimana min? Udah beres semua belum?" sekali lagi Dhewa memastikan kalau tidak ada teman yang ketinggalan, sebelum bus melaju. "Sisanya di simpang Kabil dan Top 100 Batu Aji," jawab bang Andre. 
Bus Trans Batam yang berkapasitas 35 orang ini masih menyisakan beberapa seat kosong yang membuat kami merasa sedikit lega. Bisa tiduran, mondar-mandir, dan selonjoran. Gerimis melepas perjalanan kami meninggalkan Kepri Mall. “Tak bawa sendal pulak!” Boy yang terlanjur rapi bersepatu metal sempat mengumpat karenanya, menyandang gitar memburu posisi nyaman dan mengalunkan lagu mengiringi perjalanan kami.

Simpang Kabil dan Top 100 Batu Aji menjadi pemberhentian terakhir sebelum bus benar-benar melaju dengan kecepatan sedang. Sulistiono dan keluarga serta Riccy dan pasangannya menaiki bus dengan senyum seadanya, menandakan perpaduan rasa senang dan geli melihat tingkah norak kami merespon pasangan mereka yang berjalan menuju kursi yang telah disediakan, makhlum 80% kami mutlak jomblo, hehe. Lebih kurang 27 orang di dalam bus. Diposisi lain Zubeir dengan gagah berani membawa sepeda motor sendirian mengiringi bus yang kami tumpangi, dikarenakan jam 12 siang dia musti pulang untuk bekerja (jadwal kerja). Salut Beir! Sementara itu Aldino dan Ricky beserta keluarga menyusul dengan membawa mobil sendiri beserta tumpeng dan bekal makan siang kami, hehe.

Perpaduan suara merdu Boy dan Rita Effendy (CD) menggema di dalam bus ke segala penjuru mampu menina bobokan Ramanda dengan mudahnya, menghilangkan rasa mual Ben yang sedari awal sudah mulai gelisah, dan menyemangati Eko yang mulai sibuk mendokumentasikan kami. Awan mendung seolah membututi perjalanan, Edward yang sudah tau lokasi mengkhawatirkan jalan masuk pantai yang akan kami tempuh nanti, campuran kerikil, pecahan batu gunung, dan tanah liyat menjadi licin dengan kondisi cuaca seperti ini. “Duh, bisa kalah ni!” Dhewa dan Raju yang mulai kesal dengan jaringan seluler yang hilang timbul membuatnya AFK dari Mobile Legend, dan menandakan pantai yang kami tuju sudah mulai dekat.
Tiba dilokasi cuaca sudah membaik, tanpa komando kami mencari titik teduh untuk meletakkan semua barang dan memasaang banner pada pohon-pohon yang tersedia. Setelahnya kami berebut menuju pantai untuk bermain kejar bola. Permainan ini berjalan cukup keras dan menguras tenaga, sampai-sampai Boy dan Dhewa terpaksa keluar duluan dikarenakan benturan yang membuat kaki dan tangan mereka cedera. "Bubar, bubar, Aldino udah datang tu!" cetus salah satu dari kami untuk mengingatkan. Kedatangan Aldino dan Ricky membawa angin segar, nasi bungkus bekal makan siang menjadi magnet kami mendekatinya. Ramah tamah yang disampaikan bang Andre dan doa yang diminta Edward membuat suasana khusyuk sejenak, iringan lagu ulang tahun bersama-sama dalam sesi pemotongan tumpeng oleh Ramanda menjadikan keadaan cair kembali, dan ditutupi makan bersama se-brutalnya. "Mau ayam lagi donk!?" Ben meminta ayam kecap dalam tumpeng yang sudah mulai direbuti oleh yang lain meskipun ayam rendang di genggamannya masih terlihat utuh, rakus memang!
"pemotongan tumpeng"

Selesai makan, peserta game mulai didata, ada 4 macam game hari ini, yaitu sniper karet gelang, penalty ball, makan roti lewat kening tanpa bantuan tangan, dan ambil kaleng dengan badan yang saling terikat sarung. Setiap pemenang (juara 1 dan 2) mendapatkan hadiah menarik yang telah dipersiapkan oleh panitia. Entah apa hadiahnya namun bang Andre selaku panitia cukup antusias ingin memenangi lomba dan merebut hadiahnya, picik bukan? Haha. 


Game pertama sniper karet gelang berjalan tidak sesuai dengan yang diharapkan. Ramanda yang hanya bermodalkan omongan besar berhasil menjuarai permainan ini. Iky yang di final mengeluarkan skil sniper terbaiknya tidak mampu menyaingi kepiawaian Ramanda memainkan karet gelang. Kaleng bekas yang disusun harus dijatuhkan dengan karet gelang yang dibidik bak pemegang sniper dengan posisi tiarap ke tanah. Entah karena nasibnya yang baik atau memang punya bakat dalam ilmu perkaretan Ramanda berhasil menjuarai game ini. Disusul Iky ditempat kedua. Padahal untuk sekedar info, Aldino telah menyabotase tiap karet yang dipakai musuhnya dengan dibantu Boy, tapi tetap saja doi gugur di babak awal. 

Game kedua penalty ball. Menendang bola dengan sasaran bola juga, orang dengan skill passing yang mumpunilah yang mampu memenangkan permainan ini. Tiga kali kesempatan per peserta, dan hanya membutuhkan satu kali tepat sasaran untuk melaju ke babak selanjutnya. Namun tidak semudah membuka beha bung! Banyak yang gugur di babak pertama, babak ke dua mendapatkan kesempatan yang sama namun harus dengan dua kali tepat sasaran, dan cuma dua orang yang mampu melakukannya, Ginsar dan Ben. Di final tak diragukan lagi king of the passing tahun ini jatuh ke tangan Ben, pria yang dimirip-miripkan dengan Ardi selebgram Minang Kocak ini berhasil mengalahkan Ginsar dengan sekali kesempatan, penonton bersorak-sorai memaki, haha.

Tak kalah meriah di game ketiga, makan roti yang diletakkan di kening peserta tanpa bantuan tangan. Inilah kesempatan melihat bagaimana ekspresi seseorang ketika menahan BAB. Bang Andre yang sedari tadi sangat ambisius untuk juara memaksimalkan kesempatan ini, mengingat dua lomba diawal doi tidak berkutik. Bermacam trik dan skill yang dipersiapkannya telah dikeluarkan berharap roti masuk ke mulut, namun sayang Gofar yang memiliki bakat tersembunyi sedari kecil mampu mempecundanginya. Dan di final Ulik lebih lihai, semacam ada jin yang menarik roti dikeningnya untuk masuk mulus ke dalam mulut dengan waktu tidak lebih dari 30 detik, dan membuat penonton makin terpukau sekaligus jijik, haha. Ulik juara satu disusul Gofar peringkat ke-2. "Untung kita udah juara, jadi tak payah ikut game memalukan ini, hahaha!" Ramanda dan Ben menyerocos sambil tertawa lepas melihat ekpresi peserta game yang lagi berusaha memakan roti dari keningnya.

"Harus juara!" -bang Andre

Lanjut game ke empat, mengambil botol di pinggir garis lingkaran dengan posisi empat peserta saling terikat dengan sarung. Teorinya yang berbadan besarlah yang bakal menang dalam game ini, mengingat musti mengeluarkan tenaga ekstra menarik ketiga lawan untuk mengambil kaleng yang diletakkan diluar lingkaran. Namun itu dibantah mentah-mentah oleh kecerdikan Eko si Antman. Aldino dan Hendro, dua pria berbadan tambun ini tidak mampu menyaingi tenaga Eko. Memanfaatkan momentum ketika Aldino saling tarik-menarik dengan Hendro, Eko berhasil menyentak dan membuat peserta tergeser kearah kalengnya, sekali renggut pria yang didukung langsung oleh istri dan anak ini mampu mengambil kaleng dipinggir garis. Amazing ko! Di sesi lain Sulistiono, Riccy, Yudi, dan Indra berjuang habis-habisan, dengan postur yang nyaris sama membuat sesi ini berjalan alot, sama kuat, sama lincah, dan sama capeknya. Membutuhkan dua kali time out (istirahat) untuk bisa menentukan siapa pemenangnya. Bahkan sarung yang nyaris putus sempat memberhentikan permainan ini sejenak. "Ayo ayah, kamu bisa!" terdengar istri Sulistiono dan anak yang menangis dalam gendongan menyemangati suami tercintanya. "Abang juga bisa!" tak mau kalah pasangan Riccy dengan mirrorless ditangan juga ikut bersuara. Untuk Indra dan Yudi, maaf bung tidak ada dukungan personal untuk kalian kali ini, haha. Meskipun begitu Indra lah keluar sebagai pemenang dan terkapar cukup lama setelahnya. Partai final mempertemukan Eko, Indra, dan Dhewa. Untuk Eko kali ini musti banting tulang jika ingin menumbangkan Dhewa dan Indra. Mengingat postur Dhewa yang nyaris tiga kali badannya, haha. Dan memang kesempatan tidak datang dua kali, Dhewa sang titisan Samson dengan mudah menumbangi mereka dan memastikan diri menjuarai game ini. “Kayak dinding beton wak, tak bisa disentak!” umpat Indra mengakui ketangguhan Dhewa sang Samson. Karena sudah terlanjur ngelawan Hulk dan Thor (Aldino dan Hendro) lebih dulu, tenaga Eko si Antman sudah mulai habis, dan perebutan tempat kedua tidak mampu dimenanginya. Indra menjadi juara dua. Selamat!

"tarik kuat!" -Aldino memberi aba-aba.

Bang Andre makin kecewa, niat hendak juara satu agar mendapatkan hadiah namun gagal memenangi game apapun, bahkan untuk sekedar cindera mata juara dua pun tak dapat. Kasian memang. Dengan rasa sedih doi hanya tersenyum seadanya melihat penyerahan hadiah kepada peserta yang memenangi lomba. Para juara dengan bangga mengekspresikannya di depan kamera yang silih berganti menjepret.

"Sang Jawara"

Belum sampai puncak, setelah sesi game selesai kami melanjutkan dengan permainan masing-masing, bebas. Ada yang berburu ombak menuju laut, bermain pasir di bibir pantai, mencari spot photo untuk berselfie ria, bermain volly kaki sambil mencaci maki, dan sekedar berleha-leha di tikar yang kami bawa.

Lebih kurang dua jam kami bermain lepas, sebelum peluit panjang dari bang Andre berbunyi, menandakan waktu kegiatan tahun ini segera berakhir dan kami bersiap-siap untuk pulang. Antrian di kamar mandi yang panjang membuat kami hanya bisa membasuh badan seadanya. Sesi foto bersama mengakhiri kegiatan hari ini, sebelum bus kembali berjalan menuju Kepri Mall. Sepanjang perjalanan pulang, banyak dari kami sudah lelah dan tertidur, hanya Boy, Ginsar, dan Ben yang saling teriak memainkan gitar di pojok belakang, dan sesekali Dhewa ikut menyahut dengan suara tak kalah sumbang.

Sampai di Kepri Mall, semua keluar dengan tertib menuju motor masing-masing, tanpa perlu menunggu aba-aba kami membubarkan diri dengan semestinya. Sampai jumpa tahun depan ya gaes!
Untuk Indobarca Batam, Selamat Ulang Tahun ke-3, panjang umur,  tetap eksis, dan makin kompak. Pisang bakar! Eh Forca Barca! :D (bw)



"ki-ka: Gofar, Rahmad, dan Yoga"

"ayah, sini aku bantu." -Yusup (anak Eko)

"king of the passing"

"pembacaan Doa"

"ayo keluar jin, bantu aku." -Ulik

"jinnya kok lama kali!" -Ulik

"yang kuat ya gaes!"

"yeeess.. gue menang!" -Eko

"Ramanda si ahli perkaretan (kanan)"

"Ulik si raja makan roti (kanan)

"Ardi selebgram Minang kocak (Kanan)"

"Dhewa sang titisan Samson (kanan)"

"yo senyum!" -Indra


"tiga kosong!" -Dhewa

"yang kanan berbaju coklat Istri Aldino"

"keluarga eko dan pasangan Iky"

"Ricky junior dan mami"

"Istri Sulistiono dan anak yang setia"

"pasangan couple Minggu ini"

Boy, Raju, Aldino, Elvi, Nova, Liqa, Winelfis, Eko, Indra, Yoga, Edward, Dhewa, Yusup, Iky, Vionna, Ricky, Ramanda, Hendro, Riccy, Gatot, Vivi, Gofar, Sulistiono, Ben, Ginsar, Rahmad, Eko Aprianto, Yudi, Ulik, Lely, Siska, Ina



Komentar