-satu nol-
“Gooollllll!!!!!!”
kami berhamburan di depan layar merayakan gol indah yang diciptakan Messi lewat
tendangan bebas. Dwiky nyaris merobohkan layar sembari berteriak paling
lantang, gol di menit 26 menandakan masih panjangnya waktu untuk menciptakan
gol selanjutnya yang makin mendekati tebakan skornya 3-2 untuk kemenangan
Barcelona. Namun skor 1-0 bertahan hingga pertandingan dinyatakan selesai oleh
wasit Jesus Gil Manzano. Dwiky kecewa.
Penuh gengsi,
itulah tema yang tepat untuk mewakili pertandingan malam ini, dua tim yang
sama-sama ingin point penuh tampil
dengan keras. Barcelona yang hanya berbagi point
dengan Las Palmas Jumat kemaren berambisi untuk menjauhkan diri kembali dari
Atletico Madrid yang berada di posisi dua klasemen begitu juga sebaliknya.
"siapa kita?!! Indobarca!!!"
Di depan
layar proyektor foodcourt Playground
Pelita, kami (Indobarca Batam) kembali hadir seperti biasa, nonton bareng.
Formasi yang sedikit berubah setelah kepergian Fahmi, bahkan sudut itu, sudut
dimana biasanya Fahmi mojok sendiri dengan senyumannya dikosongkan sampai batas
waktu yang tidak ditentukan, hehe. “Siapa yang
akan habisin sisa roti ini?!” celetuk Aldino menyindir atas ketiadaan Fahmi. Sepotong
sisa roti bakar Bandung traktiran dari Vindo untuk peserta nobar memang
mengingatkan kami padanya, haha.
Uang kembali
ditumpuk dimeja bandar, tebak skor samping tidak pernah lewat untuk match kali ini. Agam, Bang Andre, Dwiky,
Aldino, Dhewa, Indra, Vindo, Ricky, Yanda, Zubeir, Yudi, dan Edward ikut andil.
12 orang dengan 12 prediksi skor. Anda mungkin paham berapa pounds uang di atas
meja kami, hahaha. Sepanjang pertandingan hanya Agam, Ricky dan Indra yang
ketar-ketir, mengingat tebakan mereka yang mungkin tepat, Agam menebak 1-0
untuk kemenagan Barca, Indra menebak 2-0, dan 1-1 (seri) untuk Ricky. Sisanya
menebak jauh dari skor yang tertera di lapangan. Ricky yang sempat gembira pada
menit ke-86 ketika Atletico menyamakan kedudukan lewat sepakan Kevin Gameiro umpan
dari Diego Costa, kembali lesu setelah hakim garis menyatakan Costa terlebih dahulu
berada dalam posisi offside.
"Pemegang meja taruhan," -Indra, Agam, dan Aldino
“Mana jambu?!”
sapa Ramanda disela pertandingan ketika Boy Stegen (sapaan Boy) bersiap duduk
untuk ikut nobar. Boy yang sering datang membawa sekantong jambu tampaknya ditunggu
betul malam ini oleh Ramanda. Setelah sempat berkicau di grup WA atas
kekecewaannya tidak pernah kebagian jambu dari Boy, malam ini dia menagih itu.
Boy hanya senyum mengisyaratkan tidak ada jambu malam ini, tidak tau kalau besok, hehe.
Ki-ka: Ginsar, Boy Stegen, dan Edward
Setelah
peluit panjang dibunyikan Agam tanpa dikomandoi menyikat semua duit taruhan.
Aldino yang mengeluh kekalahan kecipratan bagian, dan makin tersenyum lebar
ketika kopi hitam yang dipesan dibayari Julian, “rezki enggak kemana”
celetuknya. Indra yang sedari tadi musuhan mendadak mengelus Agam, dan dapat
bagian. “Nyumbang terus kita bang, setaun kek gini bisa umroh lo!” umpat Dwiky
ke bang Andre, “beli pulaupun bisa!” timpal bang andre.
Pesan moral malam ini, "Tak ada
musuh abadi dalam perjudian, yang ada ada hanya keuntungan." haha. (bw)
"Duo Y," Yosep dan Yanda
"Wenger Out!" -Aldino
"Hi..saya Dwiky, ganteng kan?!"
"Sini Nda ku peluk." -Julian
Komentar
Posting Komentar