Playground Caffe,
Pelita-Seraya, Batam.
Proses
transaksi malam ini cukup rahasia. Buku yg digelar di atas meja diintip
pelan-pelan oleh Iki, siapa saja yg sudah menulis tebakan malam ini. Bandar
cukup berdiri sambil menghabiskan sisa kretek terakhir dan sesekali kembali
menegaskan kalau teman-teman yang lain sudah menebak. Cukup rahasia memang,
mengingat ramainya pengunjung malam ini, nobar Final Copa Del Rey antara Sevilla
vs FC Barcelona yang berlangsung di Wanda Metropolitano stadium (kandang
Atletico Madrid). Dan demi menjaga eksistensi tebak skor, peserta diharapkan
bergerak dalam diam, hehe.
“Woi, sudah
woi, udah mau main ni!” teriak Ucil setengah emosi yang tidak kebagian tempat
duduk. “Selow aja, masih lama ni,” balas Agam dengan enteng. Dhewa, Nain, Agam,
dan Zubeir masih saling tepok meja bermain domino. Bang Andre, Ulfi, dan Edward
selaku penanggung jawab acara sibuk mengutak-atik laptop di depan layar
proyektor mencari link streaming
(tidak ada tivi lokal menyiarkan laga besar ini, entahlah). Boy, Yanda, Dwiky,
Madja, dan beberapa pengunjung lain penuh senyum memasuki ruang nobar. Buku yang
dari tadi di tenteng Aldino kemana-mana langsung ditawarkan ke mereka
satu-persatu agar menentukan segera tebakan skor sebelum pertandingan dimulai.
Untuk yang
belum tau, biar tidak menduga-duga. Tebak skor adalah salah satu cara Indobarca
Batam untuk mengait/mengajak teman-teman sesama anggota untuk datang
memeriahkan nobar, terutama nobar dini hari. Semacam kuis, tidak dipungut biaya
apapun, dan yang berhasil menebak bakal mendapatkan pulsa senilai 25ribu
rupiah. Semua peserta nobar (member IB Batam) berhak mendapat satu tebakan tiap
pertandingan (yang ada kuis tebak skornya). Sedangkan bandar adalah orang yang
bertanggung jawab atas kelangsungan kuis tersebut, doi yang akan mencek
satu-persatu peserta tebakan dan medata semua ke dalam buku catatan khusus.
Aldino adalah orang yang mengemban tugas itu, yang biasa kami sebut bandar, hehe
:D
Final yang
kami tunggu-tunggu sebagai salah satu pengobat luka kegagalan di UCL datang
juga. Nobar akbar yang kami gaungkan selama ini tampak cukup berhasil. Dan
seperti biasa kami (Indobarca Batam) melangsungkannya di Playground Caffe,
Pelita-Seraya. Berbagai kalangan tampak memenuhi kursi-kursi yang telah
disediakan. Mulai dari anggota Indobarca Batam sendiri, muda-mudi penikmat
malam minggu, sampai keluarga-keluarga yang entah niat mau nobar atau sekedar
mampir untuk makan, hehe. Terlihat petugas Playground sibuk mondar-mandir
mendatangai meja satu-persatu pengunjung, memastikan pesanan dan sekaligus
menyelipkan nota pembayaran, guna meminimalisir kelupaan membayar di akhir
acara. Tentu saja ini berkaca pada kasus yang cukup sering terjadi sebelumnya,
haha.
Barcelona
turun dengan formasi terbaiknya. Cillesen sebagai kiper yang bertugas khusus di
Copa Del Rey di bentengi oleh Pique, Umtiti, Alba, dan S. Roberto. Sisi tengah
diisi oleh Rakitic, Busquets, dan Iniesta, kemudian di depan diemban oleh trisula
baru Barcelona Messi, Suarez, dan Coutinho. Menjelang kick off babak pertama dimulai, kami yang sedari tadi tampak
berserak-berai sudah terlihat rapi di posisi masing-masing memandang ke layar
proyektor yang sekali-kali menegang (buffering).
Ucil yang diberi amanah penabuh drum tampak antusias, bahkan nyaris
mengalahkan suara speaker yang kadang
menguing. Dhewa si koordinator chant
mulai memandu kami yang larut dalam euphoria malam ini.
Peluit
dibunyikan menandakan permainan dimulai. Barca tampak mendominasi, beberapa
kali sempat mengancam kiper Sevilla yang dijaga David Soria sebelum Suarez
benar-benar membobol gawang tersebut berkat assist
ciamik dari Coutinho pada menit ke-14, satu nol untuk Barcelona. Kami bersorak
berhamburan ke depan layar. Zubeir yang entah sadar atau tidak berlari tanpa
alas kaki berputar-putar di depan layar sambil mengangkat syal yang dipakainya
sedari tadi, tanpa takut terinjak puntung rokok yang menjadi ancaman kaki
polosnya.
Lima belas
menit berselang setelah kedua kubu saling serang, layar yang berkali-kali
menegang, di menit ke-31 berkat operan satu dua Alba dengan Iniesta yang
dihadang bek Sevilla namun tetap mampu mengumpan dengan tumit kaki (backheel) menuju Messi, dan tidak
menyia-nyiakan hal tersebut, sepakan keras kaki kiri Messi menghasilkan gol ke
dua untuk Barcelona. Sama liarnya kami berhamburan kembali tanpa kendali. Dan
menjelang babak pertama berakhir pada menit ke-40 sekali lagi Barcelona lewat
Suarez mampu mengecoh D. Soria sekaligus kembali memungut bola dalam jaringnya
untuk ke tiga kalinya dalam kurun waktu 45 menit pertama ini. Jarak skor
semakin melebar, 0-3 untuk kemenangan Barcelona.
“Time to
kuis!” bak presenter di tivi Dwiky mengisi waktu istirahat ini, bermodalkan toa
yang dipikul memulai kuis yang khusus disiapkan panitia jauh hari. Kuis pertama
dimenangkan oleh Zubeir, pertanyaan tentang klub sebelum Valverde melatih
Barcelona mampu dijawab dengan lantang. Dua stiker dan satu lanyard berhasil
disabetnya. Kuis ke dua berjalan menegangkan, hadiah utama satu kaos membuat
kami semakin antusias memenangkannya. Madja setengah berdiri bersiap
mengacungkan jari paling tinggi, Boy yang mulai ngantuk tiba-tiba melek bak
tersiram kopi, dan Ucil, ya Ucil dengan kelincahannya mampu mempecundangi kami
semua. Berteriak sambil melompat membuatnya terpilih untuk menjawab pertanyaan
tahun berapa Barcelona menjuarai Copa Del Rey untuk pertama kalinya. Penuh
dendam Agam langsung mencap presenter curang karena malah lebih melihat Ucil
yang duduk agak jauh di belakang dibanding dirinya yang berada pas di depan
pembawa acara, ribet kalau sudah soal hadiah, haha.
Babak ke dua
dimulai, drum yang sempat berhenti kembali ditabuhkan, chant yang mulai hilang kembali digalakkan. Dalam layar masih
terlihat sama, permainan ciamik dari Barcelona membuat Sevilla susah
berkembang, terbukti sepuluh menit berselang, tepat dimenit ke-52 berkat umpan
matang Messi, Iniesta mampu mengelabui bek sekaligus penjaga gawang Sevilla dan
menceploskan dengan mulus ke dalam gawang, empat nol. Kami kembali kerasukan
bak setan. Ruly yang dari tadi diam mulai melirik ke arah Aldino, terbesit
maksud kalau tidak ada pemenang tebak skor malam ini, mengingat banyak yang
menebak paling besar hanya empat gol saja. Dan melihat konsistensi permainan
barca dan waktu yang masih panjang tidak mustahil gol itu akan bertambah. Tepat
saja, berselang 15 menit berikutnya, dimenit ke-68 Barcelona mendapatkan hadiah
pinalty karena hands ball oleh Clement Lenglet bek Sevilla. Messi sebagai
eksekutor utama menyerahkan amanah tersebut kepada Coutinho, dermawan sekali
bung! Tak menyiakan kesempatan, Coutinho menambah gol kelima untuk Barcelona.
Dan sampai peluit panjang dibunyikan skor tidak berubah. Sepanjang permainan,
Sevilla bukan berarti tidak menyerang. Namun Cillessen tampil memukau, beberapa
kali serangan dari Sevilla melalui Franco Vazquez, Sandro, dkk mampu
ditepisnya, seolah ingin mebuktikan kalau doi layak jadi kiper (utama)
Barcelona.
Aldino yang
telah diberi aba-aba mulai membakar Flare
disertai chant dan suara drum yang
membahana, bersahutan dengan lantunan ayat suci Alqur’an yang mengudara,
menandakan sebentar lagi waktu subuh akan masuk. Dan sebelum mendapat teguran
dari warga kami telah tertib kembali, berfoto dan tertawa seadanya. Pagi ini
terasa indah, Barcelona telah menggenapkan koleksi Copa Del Rey nya yang ke-30
sepanjang masa, dan merupakan piala pertama untuk musim ini, menunggu minggu
depan untuk piala selanjutnya, amin.
Selamat untuk kita,
Indobarca.
Gagal di UCL
bukanlah segalanya,
masih ada Copa Del
Rey dan La liga,
tugas kita hanya
mendukung dan berdoa,
sisanya biar Barcelona
yang bekerja,
dan apapun
hasilnya, sebagai fans layar kaca jangan mudah putus asa.
Sampai jumpa
kawan-kawan di nobar selanjutnya. “Siapa Kitaaa!!? INDOBARCA BATAM!!” (bw)
Komentar
Posting Komentar