ANNIVERSARY INDOBARCA BATAM KE-4 ELYORA BEACH

 
08.00 WIB (Waktu Indonesia Batam)


Telah molor dari waktu yang diperkirakan Bus tak kunjung berangkat, bukan karena peserta telat berdatangan, bukan karena pendataan tak kunjung usai, tapi nasi yang dipesan belum kadung rampung dibungkus. Dhewa, Tara, dan Ben masih menunggu dengan gelisah di Rumah Makan Padang Bengkong tempat nasi dibooking sebelumnya. Kurangnya pekerja membuat si ibu penjual kewalahan mengurusi pesanan kami. Syukurlah sebelum teman di Kepri benar-benar kesal kami telah sampai dengan senyum kecut menata nasi dan perlengkapan dibagasi bus. Perjalanan dimulai…

Cuaca cerah ketika Kepri Mall melepas kepergian kami dengan intensitas kendaraan dijalanan tidak begitu padat, sehingga bus dapat melaju dengan pasti. Alunan lagu Yen Rustam mengumandang disela suara cempreng Dwiki yang tampak sibuk memberi arahan dan penjelasan tentang kegiatan hari ini. Lebih kurang 40 orang member Indobarca Batam hadir mengikuti acara Anniversary ke 4 Indobarca Batam ke pantai Elyora jembatan lima Barelang. Kegiatan yang diketuai oleh Edward ini telah dipersiapkan salama sebulan penuh, rasa penat dan jenuh musti dibayar lunas hari ini. Sebelum jam 10 pagi bus telah merapat di bibir Elyora, tanpa aba-aba kami berhamburan mencari tempat bersila. Boy sibuk mengurusi jambu yang dibawa nya untuk kami, dua bakul besar bercampur dalam es dan kuah khususnya, sangat-sangat menggugah selera anda. 
Teriknya cuaca tidak menyurutkan semangat untuk memulai kegiatan ini, dengan menyewa dua gazebo, barang-barang tersusun rapi, dan kami menyamankan diri dengan kegiatan masing-masing sebelum doa pembuka terucap dengan fasih. Geberan motor seolah membangunkan Dhewa yang baru saja memulai kata pembuka, diiringi dengan pemotongan tumpeng dan makan bersama sebagai penanda bertambah dewasanya Indobarca Batam. Eko hilir mudik mencari angle yang tepat untuk mendokumentasikan kami satu persatu. Nasi padang dalam balutan ayam rendang menemani minggu siang kami yang syahdu di pantai Elyora.

“Bagi bola tu, jangan main sendiri, dasar egois!” bentak Gatot kepada Manda yang tidak berhasil memberi umpan yang baik kepada rekannya. Main voly pantai dalam air kami pilih sebagai pengantar kecerian siang ini, sebelum panitia acara memanggil untuk melanjutkan kegiatan berikutnya, yakni perlombaan sederhana antar sesama peserta acara yang memperebutkan hadiah menarik seadanya. 


Game 1
Sentil Jeruk Limau
Tak semudah meludahi Dwiki eh tak semudah namanya, sebelum kita menyentil jeruk limau di atas botol, kita diputar dulu sebanyak 10 kali dengan jarak 10 meter dari jeruk limau ditempatkan. Setelah itu kita berlari ke arah jeruk sembari menutup satu mata dan menyentil jeruk tersebut satu kali kesempatan tanpa mengenai botol tersebut. Gimana? Yakin mudah? Ben, Dwiki, Ochep, dan Zakir nyaris pingsan setelah berputar 10 kali, jangankan berlari ke arah jeruk, berdiri saja tidak mampu. Hanya orang-orang tertentu yang bisa dengan santai tanpa pusing menyentil jeruk tersebut, siapa lagi kalau bukan Ramanda, Zubir, dan Ikbal. Tiga pria yang memiliki ketahanan tubuh yang kokoh yang tidak akan goyang diterpa badai. Namun karena Ramanda telah menjuarai permainan lain, biar tidak kelihatan maruk dia didiskualifikasi di game ini. Zubir keluar sebagai juara satu disusul Ikbal di posisi dua.
 
 
Game 2
Balap Karung
Tak se-klasik namanya bung! Balap karung berjarak 10 meter ini memilii konsep yang cukup baru dikancah perkarungan. Lompat dalam karung sejauh 10 meter menuju jeruk yang di letakkan di atas botol lalu kembali dengan cara lompat mundur menuju garis start dengan membawa jeruk tersebut. Mungkin dengan tumpuan tanah keras game ini akan terlihat biasa, namun jika berpijak pada tanah pasir membuat peserta rentan jatuh apalagi pas lompat mundur, tak sedikit yang terjengkang, sebut saja Tara, Ocep, Dhewa, dan Yanda, perlu bantuan khusus membersihkan pasir dari pakaian mereka. Setelah berlumur dalam karung, permainan ini dimenangkan oleh Ramanda dan Indra.

   
Game 3
Tiup Bola Pimpong
Ada yang paham seperti apa permainan ini? Tentu tidak, game segar muatan lokal ini didapat oleh Dhewa berkat semedi di Sungai Ladi. Gelas plastik bekas disusun 5 berjejer, kemudian diisi air nyaris penuh (semuanya). Dan gelas paling depan dimasukkan bola pimpong, kemudian peserta dari jarak 6 meter jalan tiarap menuju bola tersebut dan meniupnya sampai masuk ke gelas paling ujung/belakang), yang duluan bisa memasuki bola pimpong ke gelas paling ujung dalam kurun waktu 30 detik dia yang menang.  Boy dan Tara keluar sebagai juara, menyisihkan peserta-peserta lemah lainnya.

Game 4
Timba Air
Game fresh lainnya yang tak kalah alay adalah menimba air dari gelas plastik ke gelas plastik. Terdengar simple? Tidak juga. Game couple ini membutuhkan kerja sama tim yang cukup baik. Satu peserta tidur terlentang sembari megang botol plastik kosong di perut dan peserta yang lain akan membawa air sejauh 6 meter dengan gelas platik di atas kepalanya. Kemudian air tersebut dituangkan langsung dari kepala dengan menunduk tanpa boleh menurunkan gelasnya. Musti hati-hati, kalau tidak air akan muncrat kemana-mana. Dan peserta paling duluan mengisi air dengan penuh ke gelas di atas perut temannya lah yang akan juara. Ocep sangat akurat dalam hal ini, terbukti selama pertandingan dia dengan mudah melakukan itu tanpa membasahi rekan couplenya, dan merekalah juaranya.


 
Game 5
Tarik Sarung


Satu-satunya game lawas yang masih bertahan sampai saat ini. Tak perlu saya jelaskan bertele-tele, intinya peserta yang sudah saling terikat pinggangnya dengan sarung saling beradu kekuatan untuk bisa mengambil botol tujuan mereka masing-masing. Secara teori mereka yang berbadan besar yang akan mudah memenangkan game ini, dan itu terbukti kali ini, Dhewa menang tanpa perlawanan berarti dari Gatot dan Dwiki di babak final"Dhewa lagi Dhewa lagi," celoteh Eko dari kejauhan seakan tidak terima dengan hasilnya, makhlum sudah dua periode Dhewa memenangkan permainan ini. Ruar biasa!

"Pantang pulang sebelum renang", begitu kira-kira slogan yang ada dipikiran kami saat itu, setelah perlombaan demi perlombaan selesai dilaksanakan dengan sadar dan tanpa paksakan kami berpacu ke pantai tenang Elyora. Bermodal bola kempes kami bermain voly kembali dengan semangat tak kalah menggebu. Beraktivitas di bawah terik matahari bercampur garam laut semakin memperbanyak zat melanin di tubuh kami, setengah jam setelahnya warna kami nyaris sama semua, hitam legam. Main voly sambil berenang memiliki sensasi tersendiri, segala piutang bahkan serasa raib seketika. Keasikan bermain membuat kami lupa daratan, sampai-sampai panitia kerepotan saat menyuruh kami bersiap karena hari mulai sore. Bus yang kami sewa telah memanaskan mesinnya menandakan akan segera pulang. Dengan keceriaan yang gantung kami meninggalkan Elyora dengan senja yang mulai menyala, dan berjanji akan kembali lagi dengan semangat dan motivasi yang baru yang lebih seru. 


  
Happy Anniversay ke 4 Indobarca Batam! Bahagia untuk kita semua! Sampai jumpa di Anniversary ke Lima! (bw)

Komentar